Word Trek solutions Word Trek answers Frog Word Trek answers Penguin Word Trek answers Cow Word Trek answers Elephant Word Trek answers Alpha Word Trek answers Serenity
Siri Na Pesse – SEMPUGI

Siri Na Pesse

In Budaya, Pappaseng

Siri’, adalah pandangan hidup orang Sulawesi Selatan. Secara harfiah berarti “malu”. Namun makna “Siri” sangat luas jika diterjemahkan sesederhana itu. Hal ini disebabkan, perbedaan latar belakang budaya yang membentuk kosa kata. Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, (Luwu, Mandar, Toraja, Makassar dan Bugis), kata Siri’ sangat kaya makna. Siri’ dapat berarti 1)Malu, 2)Malu-malu, 3)Segan 4)Kehormatan, dan 5)Motivasi

Contoh penggunaan kata Siri dalam kalimat sebagai berikut

– Masiri’ka siruntu sappisengku (Saya malu bertemu sepupu saya)
– Masiri-siri’ka jokka bolana (Saya malu malu pergi kerumahnya)
– Dessa u mitau siruntu cama’e, masiri ma (Saya tidak takut bertemu camat, cuma segan)
– Yakkesiriseng Datue narekko engka mappigau bawang  (Dijaga kehormatan Datu, bila ada yang mau berbuat sembarang)
– Masirika lesu ri tana rijajiangku salai somperekku narekko deppa u wabbatang tau (Saya malu/termotivasi pulang kenegeriku bila tidak berhasil dinegeri orang)/Nanti setelah berhasil saya mau pulang

Dari berbagai pengertian “Siri” yang paling dominan adalah kehormatan. Kehormatan harus dijaga dengan resiko apapun, bahkan nyawa taruhannya. Dalam falsafah Bugis disebut “Siri’e mi tu ri onrong lino” Kita hidup didunia hanya untuk menjaga kehormatan.

siri na pesse

Kata Siri, selalu dipasangkan dengan Pesse (bugis) atau Pacce (makassar). Pesse secara harfiah berarti pedis. Makna sesungguhnya adalah, Ego kolektif kelompok/komunitas atau keluarga. Bila anggota keluarga/komunitas terzalimi, maka ada perasaan perih dalam hati. Perasaan itulah yang mendorong sikap “Marenreng Perru”. Secara harfiah berarti menarik usus. Tetapi makna sebenarnya adalah empati dan simpati terhadap anggota komunitas. “Marenreng Perru” biasanya dilawankan dengan “Melle perru” yang bermakna tega atau sampai hati.

Peribahasa Bugis mengatakan “Narekko de gaga sirimu, engka mua pessemu”. Maksudnya, meski engkau kehilangan kehormatan (dan tak mampu menegakkan kehormatan karena berbagai kelemahan) maka setidaknya engkau masih memiliki empati/simpati terhadap anggota komunitasmu.

 

You may also read!

RAGAM NASI DI TANAH BUGIS

Gonjang-ganjing nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika akhir-akhir ini kembali menghantui rakyat Indonesia, gonjang-ganjing ekonomi Indonesia pada tahun 1998

Read More...

Sejarah Masuknya Islam Di Tana Luwu

Pada Suatu malam Maddika Bua Tandi Pau bermimpi meliahat 3 buah matahari terbit disebelah timur Bua, dengan sinarnya yang

Read More...

Seminar Budaya Wajo

Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo, bekerjasama dengan Komunitas Pencinta Budaya (KOPI Budaya), mengadakan Seminar Pendidikan Budaya Lokal. Kegiatan Seminar ini

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu