Word Trek answers Word Trek answers Beetle Word Trek answers Turtle Word Trek answers Kangaroo Word Trek answers Tiger Word Trek answers Alabaster Word Trek answers Greendor
Ada Sagu Di Pasar Merah – SEMPUGI

Ada Sagu Di Pasar Merah

In Kuliner
pasar merah
Pasar Merah

Siapa tidak kenal dengan Kapurung, kuliner dari sagu ini sangat digemari dan menjadi khas Tanah Luwu. Tepung sagu berasal dari empulur pohon sagu atau masyarakat Luwu sering menyebutnya dengan istilah pohon Belopa.
Salah satu sentra penjualan sagu di Tanah Luwu adalah di jalan Poros Masamba-Wotu tepatnya di desa Mappideceng, kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, sekitar 5 km dari ibukota Luwu Utara, Masamba. Berada tepat ditikungan sekitar jembatan Baliase.

Tempat ini sering disebut juga sebagai Pasar Merah, karena sebagian besar sagunya dibungkus dengan kantong plastik berwana merah, jika anda melewati pempat ini, seperti anda melewati garis merah yang tebal di pinggir jalan.
Ibu aji, begitu orang sekitar memmanggil namanya. Dia adalah orang pertama menjual sagu ditempat itu, mulai menjual pada tahun 1962. Melihat usaha ibu aji yang lancar, akhirnya banyak keluarga ibu aji mengikuti jejaknya menjual sagu di tempat tersebut. sekitar tahun 90an pedagang mulai ramai dan mulai terkenal sebagai sebagai sentra penjualan sagu.

Pelanggannya kebanyakan penumpang angkutan umum yang sengaja seinggah membeli sagu untuk kebutuhan sendiri maupun sebagai oleh-oleh. Sagu di Pasar Merah terbagi dari 3 ukuran, untuk ukuran kecil dihargai 10.000 perbuah, ukuran sedang seharga 25.000 dan ukuran besar seharga 50.000.

Sagunya didapat dari petani sekitar wilayah Mappideceng. kadang petani menitip nanti kalau laku pi baru na ambil uangnya, biasa juga lansung diborong kalau ada ji modal nak..lanjut Ibu Aji.
Namun, sentuhan pemerintah masih kurang dirasakan oleh pedagang yang ada ditempat ini. Seandainya tempat ini bisa dikembangkan tanpa merubah sisi tradisional yang ada, mungkin menjadi salah satu tujuan wisata kuliner dan oleh-oleh khas daerah yang ada di wilayah ini, sehingga tak ada lagi keluhan-keluhan pedagang tentang kurangnya pembeli.

*Darsam Belana

You may also read!

RAGAM NASI DI TANAH BUGIS

Gonjang-ganjing nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika akhir-akhir ini kembali menghantui rakyat Indonesia, gonjang-ganjing ekonomi Indonesia pada tahun 1998

Read More...

Sejarah Masuknya Islam Di Tana Luwu

Pada Suatu malam Maddika Bua Tandi Pau bermimpi meliahat 3 buah matahari terbit disebelah timur Bua, dengan sinarnya yang

Read More...

Seminar Budaya Wajo

Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo, bekerjasama dengan Komunitas Pencinta Budaya (KOPI Budaya), mengadakan Seminar Pendidikan Budaya Lokal. Kegiatan Seminar ini

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu