wordtrekanswers.org Word Trek answers Goldfish Word Trek answers Snake Word Trek answers Kangaroo Word Trek answers Octopus Word Trek answers Alpha Word Trek answers Hera
Pengabdian Seorang Musisi Tradisional – SEMPUGI

Pengabdian Seorang Musisi Tradisional

In Tokoh

SAYA heran dengan siswa masa kini mereka nampaknya tidak senang belajar seni, apalagi kalau pelajarannya tentang seni budaya lokal mereka akan acuh untuk mengikutinya. Sebuah sekolah dasar di kecamatan duampanua kabupaten Pinrang rata-rata muridnya buta akan kesenian tradisional. Mungkin salah satu penyebabnya adalah pengaruh musik modern ditambah lagi kurikulum sekolah yang sudah tidak intens menyajikan pelajaran seni “tutur Pa Haris kepada saya. Pa Haris adalah seorang kepala sekolah SD 46 lampa kecamatan duampanua, dulunya ia seorang guru seni dan sempat menjadi guru saya waktu masih duduk di sekolah dasar. Selain berprofesi sebagai guru ia juga seorang musikolog dan memiliki grup musik tradisional.

SIMPONI adalah nama grup musiknya, walaupun hanya sekedar hobi Pa Haris beserta pesonil simponi sering mengisi acara hiburan yang ada dikampung saya. Memainkan seruling merupakan keahliannya, saat ia meniup seruling penontong akan terkesima mendengar lantunan irama yang ia mainkan. Saat ia masih menjadi guru saya, tidak hanya memainkan alat musik tradisional yang ia ajarkan, ia juga melatih kami seni gambar, seni rupa, seni suara dan seni tari bagi teman-teman saya yang perempuan bahkan kami juga sempat diajarkan bagaimana cara membuat alat musik tradisional, yang luar biasanya lagi Pa Haris juga bisa memainkan semua alat musik tradisonal meskipun tidak se-fasih ketika ia memainkan seruling.

Dulu Pa Haris juga sempat menjadi pelatih seni musik siswa-siswa yang akan mengikuti perlombaan di luar daerah. Siswa perwakilan kabupaten pinrang yang diutus sebagai peserta festival musik tradisional yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten/kota tiap tahunnya. Sudah banyak anak didik Pa Haris yang meraih juara hingga juara satu akan tetapi ia tidak pernah mendapatkan apresiasi dari apa yang dilakukannya. Meskipun demikian ia tetap setia mengajar siswa-siswa jika ada pertandingan antar kabupaten.

*****

Beberapa minggu yang lalu saya beserta kawan Rafiq menyempatkan diri datang kerumah Pa Haris guna belajar memainkan kecapi yang baru saja kami beli. “Selamat sore, sapa saya. Tampaknya Pa Haris lagi sibuk membersihkan halaman rumah. Iyya, Sore Nak” jawabnya. Mungkin karna ia melihat kami membawa kecapi spontan ia menyuruh kami masuk ke rumah dan ia rela meninggalkan pekerjaannya untuk menyambut kami. Seperti biasa ia selalu peka jika ada orang yang ingin belajar bermusik, baik itu di ruang kelas maupun di rumah tempat ia beristirahat. Yaah itulah yang membuat saya tidak pernah melupakan sosok-nya.

Setelah ia mengetahui tujuan kami, ia lansung menjelaskan dasar-dasar bermain kecapi dan bercerita tentang perbandingan pemain kecapi dulu dan sekarang, katanya pemain kecapi dulu susah untuk mengajar generasi muda karna mereka memainkan kecapi tanpa memakai note (irama kecapi) Pakkacapi Getti Lampa julukan kepada pemain kecapi dulu, mereka memainkan kecapi sambil melantunkan cerita dan petuah bijak bugis. Saya sempat merekam demo ia sedang berkecapi sebagai bahan bagi saya belajar di rumah.

Walaupun kini Pa Haris sudah menjadi kepala sekolah, ia tetap selalu memainkan serulingnya, kecintaannya terhadap seni tradisional tidak pernah hilang dan ia senantiasa membimbing orang-orang yang ingin belajar. Tak banyak dari generasi sekarang yang punya hobi seperti Pa Haris. Kesedihan tampak dari raut wajanya, mengingat hampir-hampir tidak ada generasi muda yang bisa memainkan alat musik tradisional. Beberapa siswanya pun di sekolah susah untuk belajar karna kurangnya pendidik di bidang seni. Namun spiritnya untuk melestarikan kesenian tradisional tidak pernah pudar. Disisa usianya ia sangat berharap bisa melihat seseorang yang mau meneruskan apa yang telah ia perjuangkan selama ini..

Penulis : Haeruddin Syams Masagenae

Baca juga di coretantumasagenae.blogspot.com

You may also read!

RAGAM NASI DI TANAH BUGIS

Gonjang-ganjing nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika akhir-akhir ini kembali menghantui rakyat Indonesia, gonjang-ganjing ekonomi Indonesia pada tahun 1998

Read More...

Sejarah Masuknya Islam Di Tana Luwu

Pada Suatu malam Maddika Bua Tandi Pau bermimpi meliahat 3 buah matahari terbit disebelah timur Bua, dengan sinarnya yang

Read More...

Seminar Budaya Wajo

Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo, bekerjasama dengan Komunitas Pencinta Budaya (KOPI Budaya), mengadakan Seminar Pendidikan Budaya Lokal. Kegiatan Seminar ini

Read More...

One commentOn Pengabdian Seorang Musisi Tradisional

  • Selamat siang, Kak Haeruddin 🙂
    Perkenalkan saya Dewi Juwita dari Unit Kegiatan Mahasiswa Saung Budaya Universitas Komputer Indonesia, Bandung. Kak saya mau bertanya, apa kakak memiliki kontak untuk menghubungi Pak Haris? Rencananya kita akan mengundang beliau dalam acara Pagelaran Longser Agustus mendatang.
    Adapun kesempatannya untuk membalas, saya mengucapkan terimakasih.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu