Word Trek cheats Word Trek answers Beetle Word Trek answers Dinosaur Word Trek answers Deer Word Trek answers Tiger Word Trek answers Mercury Word Trek answers Greendor
Pamusaq : Daya Magis Penyatuan Oting dan Pangulu – SEMPUGI

Pamusaq : Daya Magis Penyatuan Oting dan Pangulu

In Budaya, Resensi
Oleh : Ahmad Ubbe **

Forum TBMPC pantas membicarakan hal pamusa dan panetta. Apalagi ada usul untuk perbincangan seperti itu.

Hal Pertama:

Pamusa secara arti kata adalah pekerjaan memasukkan oting ke liang pangulu. Agar bilah terpasang dan menyatu dengan pangulu, maka liang pangulu diisi dama (Damar). Setelah itu, oting dipanaskan dan siap dimasukkan ke liang pangulu.

Pada saat oting sudah panas, bilah diangkat dan otingnya dimasukkan ke dalam liang yang telah diisi damar tersebut. Pekerjaan inilah disebut ma’dama atau ma’pamusa.

Pekerjaan menyatukan pangulu dengan oting dalam keadaan biasa, bisa dilakukan dengan macam-macam cara. Dama (damar) bisa diganti dengan benda apa saja, tetapi mempunyai daya lekat yang kuat. Sebab itu bisa saja diganti dengan plastik atau lem besi atau lem power.

Namun dalam keadaan khusus, pamusa disiapkan untuk tujuan dan cara tertentu, sehingga tidak lagi se-mata2 bertujuan menyatukan oting dengan pangulu, tetapi untuk mencapai atau meningkatkan fungsi dan taraf keampuhan dan kesaktian bilah serta kewibawaan pemilik atau pemakainya.

Untuk tujuan tertentu, seperti memenangkan peperangan, mendatangkan rezeki atau mencapai keselamatan. Maka pemusa dilakukan dengan cara dan bahan yang bersifat khusus dan dengan fungsi tertentu, seperti meningkatkan daya magis dan spiritualnya.

Pamusa untuk pusaka pa’siuno, misalnya diisi dengan tujuh rupa ujung, misalnya ujung jarum, ujung patil ikan, ujung duri takku (kaktus), ujung lidah, ujung pinis dan lain-lain.

Pamusak untuk pusaka pa’baramparang, misalnya diisi dengan bulu ayam, warna tertentu, diambil pada hari tertentu; atau pun jenis rumput atau dedaunan tertentu, sepeti deppe2, penno2, dan daung dapicu; atau bulu burung jikki-jikki dan cakkoridi.

Pamusak untuk pusaka asalamekeng (Salawu) misalnya tulang atau bulu ayam yang mati di keranjang pengeramannya, atau tanduk kerbau yang mati di tiang tambatan dan atau kubangannya.

Dalam keadaan khusus ini, cara pemasangan pamusak dikenal sekurang-kurang dua macam: Pertama Pamusa Taropura (pemusak menetap), yakni pangulu dan oting terpasang kuat dan tidak goyang pada pangulu dan; Kedua pamusak loda (goyang), yakni pangulu dan oting terpasang dalam keadaan bisa diputar atau bergoyang.

Hal lain ialah panetta

…jika pamusa berkaitan dengan pekerjaan penyatuan pangulu dengan oting, maka panetta berkaitan dengan mata bilah. Setelah pangulu terpasang (pamusak) dengan baik, maka bilah dicuci dengan baik. Pada saat selesai pencucian, sebelum bilah yang dimasukkan ke wanuwa, maka terlebih dahulu bilah tersebut dipanetta (Soppeng-Sigeri diujung) dengan tata laku dan bacaan tertentu, sesuai kehendak pemiliknya.

Pekerjaan Ma’pamusa dan Ma’Panetta tersebut, sdh barang tentu disertai doa/jampi, sehingga daya atau enerinya, bisa menembus dunia gaib. Namun harus difahami, secanggih apapun ilmu (isseng) seseorang atau keramat (karama)-nya sebilah polobessi, namun tidak akan berguna sama sekali, tanpa mendapatkan WERE dari Allah SWT.

 Sebab itu tidak ada daya kecuali daya dari ALLAH SWT. Mohon Tanggapan dan Masukan dari Majelis Pembaca.

* Sumber : Note FB https://www.facebook.com/notes/abe-ubbe/pamusa-daya-magis-penyatuan-oting-pessi-dan-pangulu-sebilah-polo-bessi/354789627868494

** Penulis buku “Pamor dan Landasan Spiritual Senjata Pusaka Bugis”

You may also read!

RAGAM NASI DI TANAH BUGIS

Gonjang-ganjing nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika akhir-akhir ini kembali menghantui rakyat Indonesia, gonjang-ganjing ekonomi Indonesia pada tahun 1998

Read More...

Sejarah Masuknya Islam Di Tana Luwu

Pada Suatu malam Maddika Bua Tandi Pau bermimpi meliahat 3 buah matahari terbit disebelah timur Bua, dengan sinarnya yang

Read More...

Seminar Budaya Wajo

Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo, bekerjasama dengan Komunitas Pencinta Budaya (KOPI Budaya), mengadakan Seminar Pendidikan Budaya Lokal. Kegiatan Seminar ini

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu