Word Trek answers Word Trek answers Honeybee Word Trek answers Turtle Word Trek answers Panda Word Trek answers Whale Word Trek answers Whitefell Word Trek answers Prism
KETIKA ASAL MUASAL UNJUK DIRI - SEMPUGI
Budaya

KETIKA ASAL MUASAL UNJUK DIRI

Written by Darsam

KETIKA ASAL MUASAL UNJUK DIRI

Andi Oddang To Sessungriu

Wejangan hari Jum’at untuk anak-anakku

Pada suatu ketika, Sripaduka Puetta MallinrungngE Hj. Andi Ninnong Datu TEmpE Paddanreng Tuwa berujar : “Sipa’Emi paompo assaleng” (sikap prilaku seseoranglah yang menandakan dari mana asal usulnya). Maka ini pulalah yang hendak kurenungkan pada jum’at pagi ini, ..tiada lain dimaksudkan sebagai nasehat bagi diri sendiri beserta anak-anakku.
…………………………………………………………..

Akupun teringat pada seorang tua yang kuketahui pasti jika beliau memiliki watak yang amat keras. Seorang anggota Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu yang duduk selaku Opu Tomarilaleng, yakni : Andi Pannyiwi Opu DaEng Mallongi. Namun betapa ribetnya jika harus mengobrol lama dengan beliau. Suaranya rendah sehingga seringkali terdengar bagai berbisik. Kata-katanya diucapkan dengan lambat, seakan khawatir jika lawan bicaranya tersinggung. Setiap kalimat yang telah diucapkannya ditimpali dengan sikap menundukkan kepala. Sedemikian pentingnya adab menjaga perasaan orang lain yang sesungguhnya itu disebut sebagai : Ade’ Sipakatau (Adab Saling Me-manusia-kan).

Bahwa seorang yang memahami/memaklumi dirinya sebagai “manusia” maka iapun memahami/memaklumi orang lain sebagai manusia pula. Ia memahami/memaklumi bagaimana semestinya ia diperlakukan, maka iapun memperlakukan orang lain sebaik-baiknya menurut semestinya. Ia pula memahami/memaklumi harkat dan martabatnya sebagai manusia yang berazasi, maka iapun meninggikan menjunjung tinggi harkat/martabat manusia lainnya. Duhai, anak-anakku .. hanya seorang ‘’manusia’’ yang “mengenali manusia “ lainnya, sebagaimana seekor sapi mestilah mengenal sapi lainnya. Seorang manusia berprilaku “alami” sebagaimana asal-usulnya, ..dan seekor “sapi” juga berprilaku secara alami sebagaimana asal usulnya sebagai seekor sapi, bukannya sebagai seekor kambing atau lainnya. Maka “Sipa’E mi paompo assalengngE”, wasiat yang sesungguhnya bermakna : prilaku adalah identitas sebenarnya.

Sesungguhnya tinggi rendahnya harkat dan martabat seorang manusia, diukur dari bagaimana baik dan santunnya ia memperlakukan diri dan orang lain yang dipandangnya sebagai sesama manusia. Seseorang bersikap kasar pada orang lain dengan bangganya karena ingin dikatakan sebagai “pemberani”, maka percayalah bahwa asal usul orang tersebut adalah seperti itu adanya. “Berani” menyanggah pendapat orang lain dengan tanpa peradatan, maka tidak boleh tidak asal usulnya mestilah dari kalangan luar tata peradatan. Bangga dengan keberanian menurut ukurannya, padahal belum tentu ia bernyali. Sebagaimana halnya cirikhas era “kebebasan” berekspresi dan mengeluarkan pendapat pada masa ini, segalanya ditakar dengan kata-kata slogan yang tertera pada sebatas spanduk. Mengikhtiarkan kebaikan dan kebenaran dengan etika yang tidak baik/tidak benar. Duhai, anak-anakku.. Apakah itu salah ?. Terlepas dari salah atau benarnya, itu terpulang kepada anggapan yang berpendapat menurut asal muasalnya.

Sesungguhnya manusia dianugerahi rasa yang senantiasa seiring dengan logika dan budi dayanya sebagai mahluk utama. Berbeda halnya dengan hewan yang hanya digerakkan oleh instink belaka. Namun itu jua yang menjadi “kelebihan” bagi hewan, dibanding manusia. Bahwa ketiadaan akal dan pikiran serta olah rasa yang harmonis, menjadikannya sebagai mahluk yang konsekwen (jujur). Sebagaimana Nabi Sulaiman AS bersabda :

“MaEgangngi olokolo’E ri lino naiyya tauwE. Nasaba’ maEga rupatau massipa olokolo’, naEkiya dE’pa gaga olokolo’ massipa’ tau” (Lontara Budistihara).

(Lebih banyak hewan daripada “manusia” di dunia ini. Karena betapa banyak orang yang bersifat/berprilaku sebagaimana hewan, sementara belum jua didapati ada hewan yang bersifat/berprilaku sebagai manusia).

Maka tidaklah rugi jika memuliakan sesama manusia, anak-anakku..
Karena sesungguhnya itulah yang mencerminkan kemuliaanmu.

Wallahualam Bissawab.

Penulis : Andi Oddang To Sessungriu
Copy By : https://www.facebook.com/sessungriu/posts/350951495077885:0

About the author

Darsam

Leave a Comment